Inventarisasi dan pemanfaatan tanaman sebagai obat oleh Suku Jerieng, Kabupaten Bangka Barat

Novalia, (NIM. 2031411036) (2019) Inventarisasi dan pemanfaatan tanaman sebagai obat oleh Suku Jerieng, Kabupaten Bangka Barat. skripsi thesis, Universitas Bangka Belitung.

[img]
Preview
Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (187kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (298kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (401kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (608kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (177kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (191kB) | Preview

Abstract

Indonesia juga memiliki beragam etnik, dengan berbagai kekhasan tradisinya, termasuk pengetahuan lokalnya. Salah satu tradisional adalah pengetahuan tentang penggunaan tanaman obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengetahuan lokal masyarakat Suku Jerieng (bagian tanaman, cara penggunaan dan pemanfaatan tanaman obat), mendata keanekaragaman jenis tanaman obat (jumlah jenis, nama ilmiah, nama lokal, famili, habitat dan habitus) dan mengetahui status kelangkaan tanaman obat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data lapangan dengan cara observasi langsung. Data yang diperoleh dari survei dan wawancara di Suku Jerieng menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 82 spesies dari 52 famili tanaman, 16 informan dan 45 penyakit yang sering dialami oleh masyarakat Suku Jerieng. Famili terbanyak yaitu Zingiberaceae dengan 7 jenis. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan ialah daun 46%, habitus pohon 35% dan habitat tertinggi ialah pekarangan rumah 52%. Sementara untuk tata cara pengolahan paling banyak dengan cara direbus. Status kelangkaan terdapat 4 jenis tanaman yang termasuk dalam daftar IUCN (International Union for Concervation of Nature and Natural Resources) yaitu Pegagan (Centella asiatica L), rumput kelamba (Eleuasine indica Gaerdn), sepiding (Anysophyllea muricata L), and ciplukan (Physalis angulata L). Keempat jenis tanaman tersebut berstatus beresiko rendah. Pemanfaatan tanaman obat di Suku Jerieng ini dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan yang murah, efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.

Item Type: Thesis (skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tanaman obat, Penyakit, Suku Jerieng, Status Kelangkaan
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QK Botany
Divisions: SKRIPSI > Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi > Biologi
Depositing User: Nia Erawati
Date Deposited: 13 Jun 2019 04:36
Last Modified: 13 Jun 2019 04:36
URI: http://repository.ubb.ac.id/id/eprint/2585

Actions (login required)

View Item View Item