Rona lingkungan kawasan calon tapak PLTN Bangka Barat 2011

Dr. Eddy Nurtjahya, M.Sc., - and Dr. Ir. Ismed Inonu, M.Si., - and Kartika, SP., M.Si., - and Franto, ST., M.Sc., - (2011) Rona lingkungan kawasan calon tapak PLTN Bangka Barat 2011. Project Report. Universitas Bangka Belitung, Balunijuk.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf

Download (293kB) | Preview
[img]
Preview
Text (RINGKASAN HASIL PENELITIAN)
RINGKASAN.pdf

Download (162kB) | Preview

Abstract

Sampai dengan radius 50.000 m dari calon lokasi tapak proyek PLTN, 88.142 jiwa bermukim di 29 desa/ kelurahan di 5 kecamatan. Pada radius 800 m, Kelurahan Air Putih adalah kelurahan terdekat dengan jumlah penduduk 2.381 jiwa dan pada radius 1 km, Kelurahan Tanjung dihuni oleh 13.937 jiwa. Laki-laki tercatat lebih banyak dibandingkan wanita dan kelompok 0-5 tahun = 10%; 6-15 tahun = 18%; dan dewasa >16 = 72%. Pekerja tambang timah terpapar udara terbuka selama 12 jam-16 jam per hari, nelayan selama 12 jam, petani sekitar 6 jam, dan pegawai sekitar 1 – 3 jam per hari. Tercatat adanya unit peleburan timah, pabrik pengolahan minyak sawit di Desa Mayang (radius 20 km), dan pabrik pengolahan biji timah di Desa Pelangas (radius 35 km). Jumlah sekolah dan pemukiman terpadat di Kota Muntok, ibukota Kabupaten. Perkantoran Pemerintah Kabupaten dan RSUD terdapat di Desa Air Belo (radius 15 km). Produksi biji-bijian yakni padi ladang, jagung, dan kacang tanah adalah rendah disebabkan oleh luas areal tanam yang sempit dan teknik budidaya tradisional. Lebih dari 90% kebutuhan beras dipasok dari luar provinsi. Ubi kayu/singkong dan ubi jalar paling banyak namun tidak tinggi. Sebagian besar sayuran daun adalah sawi, kangkung, bayam, serta sayuran buah seperti kacang panjang, mentimun, cabai, tomat, terung dan labu. Kacang panjang paling banyak ditanam hampir di setiap desa, diikuti oleh mentimun dan terung. Kebutuhan cabai sebagian besar dipasok dari luar provinsi, seperti halnya sayuran dataran tinggi seperti kentang, kubis, brokoli, bloem kol, paprika. Sedikit masyarakat yang beternak secara komersial. Ayam merupakan jenis hewan yang paling banyak dipelihara. Sapi dan sebagian kambing dipasok terutama dari Madura. Sumber air untuk keluarga adalah PDAM, sumur, sungai, kolong (lubang bekas galian tambang timah) dan mata air. PDAM hanya tersedia di sekitar kota Muntok. Total penggunaan air sumur untuk rumah tangga per bulan mencapai 91% dengan tinggi muka air tanah (water table) 7-15 m di Desa Air Nyatoh, Air Putih dan Bukit Terak, dan 2-4 m di Desa Belo Laut. Penggunaan air sumur untuk rumah tangga per kepala keluarga (KK) 230 l - 468 l/hari tergolong rendah bila dibandingkan dengan standar WHO. Masyarakat mandi di tempat pemandian umum: kolong, sumber mata air, atau sungai. Petani jarang menyiram tanamannya. Umumnya petani menanam pada awal musim hujan. Di musim kemarau, sebagian petani memanfaatkan air kolong seperti Desa Air Belo, atau air sungai. Daun singkong (pucuk ubi) dipetik umur 40 – 60 hari, ubi kayu dipanen pada umur 150-180 hari, dan ubi rambat (blijur) pada umur 90-180 hari. Daging yang paling banyak dikonsumsi berturut-turut adalah daging ayam, daging sapi, dan daging kambing. Sebagian besar sapi dan ayam bukan ras berasal dari luar kabupaten dan luar provinsi. Beras adalah sumber karbohidrat utama dan sebagian besar dipasok dari provinsi lain. Jenis-jenis sayuran yang paling banyak dikonsumsi oleh penduduk adalah kangkung, bayam, pucuk ubi dan sawi. Umumnya sayuran tersebut berasal dari kebun sendiri atau desa setempat. Tingkat konsumsi telur tergolong rendah. Kecuali telur itik, telur ayam ras dan telur burung puyuh didatangkan dari luar provinsi. Konsumsi ikan, udang, dan cumi tergolong tinggi. Sebesar 76% hasil tangkapan dipasarkan di sekitar pemukiman. Jenis-jenis ikan laut berukuran besar yang sering ditangkap antara lain tenggiri, jebung, kerapu, dan kembung. Wilayah tangkapan hingga 4 km dari pinggir pantai. Siput gunggung (Strombus canarium) salah satu bahan pangan laut yang termasuk paling mahal (Rp.200.000,-/kg) setelah digoreng. Ikan air tawar lebih dikonsumsi oleh penduduk pendatang. Otak-otak merupakan penganan berbahan baku ikan laut dan salah satu oleh-oleh khas Bangka Barat. Sekalipun beragam, konsumsi buah tergolong rendah. Apel, jeruk, melon, anggur harganya relatif mahal dan berasal dari luar provinsi. Rempah-rempah yang digunakan adalah jahe, kunyit, kencur, laos, daun salam, serai, pala, lada, kemiri, kayu manis, bawang merah dan bawang putih. Sebagian jahe, pala, kayu manis, bawang merah dan bawang putih berasal dari provinsi lain. Kebiasaan menyirih telah berkurang saat ini, sementara tembakau dan kapur sirih didatangkan dari provinsi lain. Hanya sebagian kecil penduduk yang menggunakan minyak goreng dari kelapa, dan minyak goring dari kelapa sawit berasal dari provinsi lain.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: LAPORAN PENELITIAN DOSEN
Depositing User: UPT Perpustakaan UBB
Date Deposited: 17 May 2019 07:58
Last Modified: 17 May 2019 07:58
URI: http://repository.ubb.ac.id/id/eprint/2466

Actions (login required)

View Item View Item