Karakteristik briket dengan jumlah perekat 10% dan 15% pada variasi bahan campuran bambu dan rumput setaria

Asmah Wandri, (NIM.1010911034) (2016) Karakteristik briket dengan jumlah perekat 10% dan 15% pada variasi bahan campuran bambu dan rumput setaria. skripsi thesis, Universitas Bangka Belitung.

[img]
Preview
Text
HAL DEPAN.pdf

Download (468kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (251kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (361kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (582kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (302kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (229kB) | Preview
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (241kB)

Abstract

Briket adalah energi alternatif yang ramah lingkungan. Dalam skripsi ini bambu dan rumput setaria dikonversi menjadi arang dengan teknologi pembriketan. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana memanfaatkan bambu dan rumput setaria menjadi briket yang bermutu baik dan menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perekat terbaik terhadap briket dan perbandingan bahan campuran bambu dan rumput setaria terhadap nilai kadar air, kadar abu, kadar zat yang menguap, kadar karbon, dan nilai kalor. Bahan briket dibagi menjadi 5 macam komposisi, yaitu (100% bambu), (100% rumput setaria), (75% bambu + 25% rumput setaria), (50% bambu + 50% rumput setaria), dan (25% bambu + 75% rumput setaria). Tepung kanji yang digunakan dengan variasi 10% dan 15%, kekuatan tekan 100 Psi. Pengeringan menggunakan oven listrik dengan suhu 100 C selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perekat yang terbaik pada pembuatan briket ini terdapat pada perekat 10%. Untuk bahan non campuran yang terbaik terdapat pada komposisi campuran bahan 100% bambu dimana memiliki nilai kalor tertinggi sebesar 6348,952 Kal/g. Sedangkan campuran bahan yang terbaik pada perekat 10% dengan komposisi campuran 75% bambu + 25% rumput setaria dimana memiliki nilai kalor tertinggi sebesar 6108,646 Kal/g. Nilai kalor yang tinggi tersebut dikarenakan bambu mempunyai nilai karbon yang cukup tinggi dan memiliki nilai kadar abu yang cukup rendah. Karena semakin tinggi nilai karbon dan semakin rendah nilai kadar abu maka semakin tinggi juga nilai kalornya. Semakin tinggi nilai kalornya, maka briket tersebut semakin baik.

Item Type: Thesis (skripsi)
Uncontrolled Keywords: Briket, Bambu, Rumput Setaria
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: SKRIPSI > Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Mr Janfrist Pagendo Purba
Date Deposited: 26 Feb 2019 07:18
Last Modified: 26 Feb 2019 07:18
URI: http://repository.ubb.ac.id/id/eprint/2088

Actions (login required)

View Item View Item