Rekonstruksi hukum kelembagaan pertambangan rakyat berbasis kearifan lokal untuk pelestarian lingkungan (Studi Timah Ampak Sebagai Kearifan Lokal Untuk Pelestarian Lingkungan di Kabupaten Bangka).

Derita Prapti Rahayu, SH., M.H., - (2016) Rekonstruksi hukum kelembagaan pertambangan rakyat berbasis kearifan lokal untuk pelestarian lingkungan (Studi Timah Ampak Sebagai Kearifan Lokal Untuk Pelestarian Lingkungan di Kabupaten Bangka). Project Report. Universitas Bangka Belitung, Bangka Belitung.

[img] Text
laporan_akhir_DERITA_PRAPTI_RAHAYU_S_H___M_H.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Eksploitasi Timah di Pulau Bangka dan khususnya di Kabupaten Bangka telah berlangsung hampir 3 (tiga) abad. Hal itu tidak hanya memberikan kontribusi positif bagi pembangunan, tetapi juga menimbulkan dampak negatif yang multikompleks sampai saat ini.Penambangan timah oleh rakyat yang mempunyai karakter utama tidak mempunyai izin dan sebagai penyebab utama terjadi kerusakan lingkungan, penambangan di hutan lindung, penambangan yang merusak terumbu karang dan mengganggu daerah tangkapan nelayan, terjadinya penyelundupan, pengabaian kewajiban reklamasi, pembayaran royalti yang minim, sampai denganbanyaknya kecelakaan pekerja tambang tanpa kejelasan pihak yang harus bertanggungjawab. Namun berdasarkan pengamatan peneliti, masih ada beberapa wilayah di Kabupaten Bangka yang bisa dibilang sama sekali tidak tersentuh oleh aktifitas tambang rakyat tersebut, yaitu misalnya DesaBalunijuk, Desa Petaling, Desa Mabat, dan beberapa Desa lain. Menurut masyarakat setempat disana tidak ada aktivitas penambangan karena timahnya ampak yaitu istilah dari masyarakat untuk menyatakan kondisi timah yang kopong atau kosong jadi kalau ditimbang sangat ringan sehingga tidak berharga. Timah menjadi ampak tersebut karena memang disengaja oleh orang terdahulu karena beranggapan untuk kelangsungan lingkungan hidup sehingga anak keturunan mereka tetap bisa memanfaatkan lingkungan hidup untuk berladang yang menjadi sumber mata pencaharian masa itu. Dengan tidak adanya penambangan di wilayah itu dengan alasan timah ampak menyebabkan lingkungan disana tetap terjaga kelstariannya. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah mampu mengatasi berbagai bentuk dari pertambangan timah di atas, baik dengan pendekatan preventif maupun represif sehingga timah sebagai kekayaan sumber daya alam dapat lebih berkontribusi bagi pembangunan, serta mampu mensejahterakan masyarakat. Target khusus yang ingin dicapai penelitian ini antaralain, pertama,Mengetahui dan mengidentifikasi penyebab hukum pengelolaan pertambangan rakyat di Kabupaten Bangka tidak berbasis kearifan lokal, kedua mengetahui dan menggali sejarah timah ampak di Kabupaten Bangka,ketiga mengetahui dan mengidentifikasi timah ampak pada masyarakat masa kini di Kabupaten Bangka,keempat,merekonstruksi hukum pertambangan rakyat berbasis timah ampak di Kabupaten Bangka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui dokumentasi, observasi partisipatif dan wawancara yang mendalam dengan para key informan dari masyarakat, pelaku tambang dan para pengambil kebijakan, serta aparat penegak hukum.Dengan pendekatan socio-legal studies Penelitian ini akan memberikan kontribusi besar secara teoretik dan praktis. Secara teoretik, ingin mencari pendalaman atas faktor kearifan lokal dalam menyelesaikan dampak keruskan lingkungan akibat pertambangan rakyat. Sementara secara praktis dapat memberikan masukan yang bersifat korektif dan evaluatif bagi Pemerintah Daerah dan Pusat untukmenyusun kebijakan strategis pengelolaan pertambangan timah yang taat hukum, berkelanjutan, berwawasan lingkungan dan mensejahterakan masyarakat.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: LAPORAN PENELITIAN DOSEN
Depositing User: Mr Arja Kusuma
Date Deposited: 28 Nov 2018 08:11
Last Modified: 28 Nov 2018 08:11
URI: http://repository.ubb.ac.id/id/eprint/1732

Actions (login required)

View Item View Item