Aktivitas antifungi ekstrak etanol buah belimbing wuluh (averrhoa bilimbi linn.) dan jeruk kunci (citrus microcarpa bunge) terhadap pertumbuhan malassezia furfur secara in vitro

Aditya Ningrum, (NIM. 2031111005) (2017) Aktivitas antifungi ekstrak etanol buah belimbing wuluh (averrhoa bilimbi linn.) dan jeruk kunci (citrus microcarpa bunge) terhadap pertumbuhan malassezia furfur secara in vitro. skripsi thesis, Universitas Bangka Belitung.

[img]
Preview
Text
Cover Skripsi Aditya Ningrumb (CD).pdf

Download (341kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Aditya Ningrumc_bab i_1.pdf

Download (194kB) | Preview
[img] Text
Aditya Ningrumc_bab ii_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (241kB)
[img] Text
Aditya Ningrumc_bab iii_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (215kB)
[img] Text
Aditya Ningrumc_bab iv_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (269kB)
[img]
Preview
Text
Aditya Ningrumc_bab v_5.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Aditya Ningrumc_daftra pustaka_6.pdf

Download (229kB) | Preview

Abstract

Mikroorganisme yang diduga sebagai penyebab utama ketombe adalah Pityrosporum ovale atau Malassezia furfur. Malassezia merupakan fungi dimorfik lipofilik yang tergolong flora normal dalam kulit manusia. Tujuan dari penelitian dilakukan adalah untuk mengidentifikasi senyawa metabolik sekunder pada ekstrak etanol buah belimbing wuluh dan jeruk kunci secara kualitatif, mengukur aktivitas antifungi ekstrak etanol buah belimbing wuluh dan jeruk kunci pertumbuhan fungi M.furfur, membandingkan aktivitas antifungi ekstrak etanol buah belimbing wuluh, jeruk kunci serta ekstrak etanol campuran buah belimbing wuluh dan jeruk kunci terhadap pertumbuhan M.furfur. Metode yang dipakai untuk uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dilusi cair, pada uji Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) menggunakan metode dilusi padat, dan pada uji aktivitas antifungi menggunakan metode kertas cakram. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak belimbing wuluh mengandung senyawa metabolit sekunder fenolik, flavonoid dan saponin sedangkan ekstrak jeruk kunci terdapat senyawa metabolit sekunder fenolik dan flavonoid. Hasil penelitian uji KHM dapat diketahui bahwa ekstrak belimbing wuluh dan ekstrak jeruk kunci masing-masing dapat menghambat pertumbuhan M.furfur adalah pada konsentrasi 25%. Uji KBM berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak belimbing wuluh dan jeruk kunci dapat membunuh M.furfur adalah pada konsentrasi 25%. Uji aktivitas antifungi konsentrasi terbaik pada ekstrak belimbing wuluh adalah 70% dengan menghasilkan zona hambat sebesar 13,44 mm, ekstrak jeruk kunci 80% dengan menghasilkan zona hambat sebesar 10,35 mm dan ekstrak campuran belimbing wuluh dan jeruk kunci konsentrasi 70%:30% menghasilkan zona hambat sebesar 17,04 mm.

Item Type: Thesis (skripsi)
Uncontrolled Keywords: Malassezia furfur, belimbing wuluh, jeruk kunci
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: SKRIPSI > Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi > Biologi
Depositing User: Mr Arja Kusuma
Date Deposited: 30 Oct 2018 04:12
Last Modified: 30 Oct 2018 04:13
URI: http://repository.ubb.ac.id/id/eprint/1515

Actions (login required)

View Item View Item